Festival ‘Busu Tempo Dulu’ Dalam Peringatan Hari Pahlawan

Acara ludruk organik di desa Slampar Rejo, Jabung, kabupaten Malang (foto : sir)

JURNALBERITA.ID – MALANG, Masyarakat Dusun Busu – Desa Slampar Rejo -Jabung Kab. Malang, mereka ingin memperkenalkan keunikan desanya dengan mengadakan  festival dalam peringatan hari besar nasional dan tradisi dalam penanggalan Jawa sebagai momentumnya.

Kemarin tepatnya 10 November 2018 Hari pahlawan di ambil sebagai momentum syukuran dalam bentuk festival yang bertajuk ‘Busu Tempo Dulu’.

Acara tersebut merupakan bagian dari proses mengenalkan desa kecil mereka ke wilayah lain, sebagai sebuah desa wisata, ungkap Erva (istri camat Jabung), pada media ini

“salah satu latar belakang acara ini adalah memperkenalkan uri-uri lokalitas, tradisi juga kehidupan masyarakat kita pada masa lalu,” paparnya.

Lanjut dia, sambil mengenalkan lagi jajanan dan makanan khas yang ada pada masa lalu kepada anak-anak desa yang sudah milenial dengan gaya hidup modern, terutama semenjak gadget mengisi ruang hidup hingga di relung desa kecil mereka.

“Kami berusaha untuk sebisa mungkin mengoptimalkan pemuda dan pemudi desa untuk lebih aktif mengelola desa nya,” ujar Erva.

Sementara ketua RW 05 desa Slampar Rejo, Anto mengatakan, para generasi muda harusnya tidak sibuk berfikir menjadi buruh di kota.

Antusiasme dan Keterlibatan para pemuda dan pemudi dusun Busu pada acara tersebut memang terlihat cukup totalitas sekali, imbuhnya.

“Mereka berani memerankan apa saja dan siapa saja demi meramaikan dan memperkenalkan desanya,” ucap Anton.

Lebih lanjut Anton mengatakan, sebuah semangat membangun desa yang layak untuk di apresiasi dari para anak muda ini di tengah himpitan persoalan lapangan pekerjaan dan dinamika politik yang tidak mendidik yang di tawarkan oleh para elit politik baik di pusat maupun di daerah.

Hal senaga juga disampaikan salah satu pemuda desa setempat, Darsono. Menurutnya, kami harus siap menjadi apa saja untuk meramaikan dan memperkenalkan desa kami, termasuk seperti malam ini.

“saya harus menjadi Surti,” tukas Darsono, yang berperan menjadi perempuan dalam Ludruk Organik malam itu. (sir/has)

Share this post

No comments

Add yours