Hikma Dibalik Gempa Palu. 29 Tahun Terpisah Dari Orang Tua

Imam Ma’ruf alias Java Viktor Alexander bin Alexander Poguwi (dok)

SURABAYA, Imam Ma’ruf mungkin banyak orang yang belum kenal dengan sosok pria yang memiliki nama asli Java Viktor Alexander. Pria yang sekarang berumur 29 tahun itu berpisah dengan ayahnya sejak usianya 7 bulan. Putra dari pasangan Alexander Poguwi dari Sigi Sulawesi Tengah dan Mujawapah yang asli orang Jawa.

Imam yang sekarang sudah berkeluarga dan punya dua orang anak yang usianya baru menginjak 3 tahun dan 1 tahun. Baru dapat bertemu dengan sang ayah sejak ditinggal ke Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi karena sang ayah berasal dari tersebut.

Imam Ma’ruf (dilingkari) saat masih dibangku TK (dok)

Namun gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah menjadi hikma sendiri bagi Imam, walau ribuan orang mengalami penderitaan yang dalam karena harus kehilangan nyawa, tempat tinggal dan harta benda karena digulung dasyatnya Sunami yang menerpa kota Palu dan Sigi.

Gempa dan Sunami ternyata telah mempertemukan dirinya dengan ayah kandungnya yang selama ini terpisah jauh. Imam yang tinggal di Surabaya sedang ayah kandungnya tinggal di Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah.

Betapa tidak keharuan saat Imam Ma’ruf berangkat ke Sulawesi Tengah guna bertemu dangan ayah kandungnya itu. Isak tangis dan keharuan saat pertemuan itu terjadi setelah 29 tahun Imam tidak pernah melihat wajah sang ayah.

Selama seminggu Imam bersama ayahnya paska pertemuan itu.”Syukur Alhamdulillah Allah masih mempertemukan saya dengan ayah. Walau sekian tahun saya tidak lagi pernah bertemu dengan beliau,” ceritanya.

Ini suatu Mukjizat bagi saya pribadi yang Allah SWT turunkan. Dengan bencana gempa dan Sunami ini kita dipertemukan sejak 29 tahun lamanya saya gak ketemu dengan ayah kandung.

“Waktu saya masih berumur 7 bulan ayah harus kembali ke Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, sejak saat itu sampai saya menikah dan punya anak, saya gak pernah lagi bertemu dengan beliau,” papar Imam sembari menahan kesedihan.

Rasa syukur terus terucap dari bibir Imam Ma’ruf, alhamdulillah ayah disana sehat dan baik, walau rumah dan harta benda rusak oleh gempa 7,4 SR yang melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu.

“Saya mengucap syukur yang tidak terbatas atas perlindungan Allah SWT telah dipertemukan kembali dengan ayah kandung saya. Ini semuanya terjadi karena kuasa NYA,” tutup Imam dengan rasa sedih yang tergurat di wajahnya.

(Reportase : Hasan N Rahmad)

Puisi Imam Ma’ruf sebelum bertemu ayah kandungnya

Teringat masa kecilku, ibuku sebutkan 3 kata Pogui, Kulawi dan Sigi
Dan tiba2 saat ini dua kata terakhir sering disebut di TV dan berbagai media
Sedikitpun aku tidak ada perasaan rindu ingin bertemu kamu
Sedikitpun aku tidak merasakan dekapanmu
Sedikitpun aku tidak pernah tau rasanya mencintaimu
Karena kita hanya bertemu selama tujuh bulan, demikian usiaku bertemu denganmu
Sangat munafik jika aku tidak ingin bertemu denganmu
Sangat munafik jika aku tidak ingin pelukanmu
Begitu bahagianya anaku saat aku peluk
Begitu senangnya anakku saat aku hendak kerja dia minta salim
Namun sama sekali tak terpikirkan sedikitpun tentangmu
Namun gempa terjadi diwilayahmu
Tsunami terjadi disekitarmu
Ribuan nyawa menjadi korban
Hari pertama kejadian sama sekali tidak terbesit dirimu
Namun hari ini, tiba2 air mata menetes tanpa aku sadari
Aku ingat-ingat lagi kata2 dari ibuku yang sering disebut-sebut saat ini
Yaitu wilayah tempat tinggalmu Kecamatan “Kulawi” Kabupaten “Sigi”
Semoga engkau baik2 saja
Semoga aku mampu untuk hadir disana, dan menemuimu dalam keadaan baik2 saja
Namun jika aku tak mampu kesana, cukup biarlah menjadi kenangan diriku saja
Doaku menyertaimu wahai Ayahku

Share this post

No comments

Add yours