Roti Jhones Dengan Taste Nusantara Disukai Pelanggannya

Ilustrasi roti Jhones salah satu pilihan para pencinta kuliner di Surabaya

JURNALBERITA.ID – SURABAYA, Bagi pecinta kuliner mungkin sudah banyak orang yang tahu cita rasa roti Jhones. Branding roti ini ternyata berasal dari negeri jiran Malaysia loh. Setelah diadopsi dari negara tetangga Malasyia oleh sang pemilik roti Jhones itu menyesuaikan dengan cita rasa lidah Nusantara, yang bisa menjadi salah satu pilihan pecinta kulier di Surabaya.

Roti john adalah roti lapis dengan isian telur dadar dan sayuran didalamnya yang merupakan cemilan bisa menjadi salah satu hidangan populer, utamanya di Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. Infonya roti Jhones ini dibandrol dengan harga yang terjangkau, namun rasanya tidak kalah dengan roti hotel bintang lima.

Ditemui jurnalberita.id di area lahan parkir di Kawasan Kodam V Brawiijaya Surabaya ini sudah banyak antrian panjang guna mendapatkan roti Jhones ini.

Pemilik roti Jhones, Agung Wahyu Utomo ternyata asli putra daerah kota Surabaya. Pria lulusan SMA Dapena Surabaya berasal dari keluarga pecinta kuliner itu membeberkan asal muasal roti Jhones miliknya.

“Keluarga saya adalah pencinta kuliner. Awalnya roti Jhones dengan branding roti Jhon asal Malasyia,” ujar Agung.

Karena nama itu sudah dibranding dan mempunyai HKI (Hak Kekayaan Intelektual) yang sudah didaftarkan. Untuk itu kata Agung, kami sedikit menambahkan branding roti Jhon dengan sedikit menambahkan nama Jhones.

“Alhamdulillah nama itu menjadi branding sejak tahun 2016 yang silam,” tuturnya pada jurnalberita.id disela-sela kesibukannya melayani kustomernya.

Diakui Agung sejak menjajakan roti Jhones di area parkir kawasan Kodam V Brawijaya atusiasme kustomer sungguh membludak.

“Sejak buka pukul 17.00 wib antrian sudah mulai, bersyukur kami sudah bisa closing pukul 22.00 wib,” ungkap Agung.

Dalam weekdays (Senin-Jumat) Agung harus menyiapkan bahan dasar roti hingga 600 potong roti dengan omset yang bisa diraupnya hingga Rp 10 juta.

“Sedang dihari weekend (Sabtu & Minggu) mampu menghabiskan 1000 potong roti dengan omset yang diperoleh sekitar Rp 15 juta,” urai dia.

Kedepan Agung berhatap bisa buka nulai pukul 10.00 wib, dan dapat mengembangkan usahanya ditempat yang permanen seperti Ruko.

“Sekarang ini kan masih di area yang sifatnya semi permanen. Kedepan kami bisa buka di ruko sehingga pelanggan dapat menikmati roti Jhones ini sejak siang hingga malam hari,” ujarnya.

Ditambahkan Agung, saat ini masih dua cabang di Surabaya yang dapat menampung tenaga kerja 25 orang.

“Itupun kami sudah kewalahan dengan order kustomer, ya syukur Alhamdulillah taste roti Jhones dapat diterima oleh lidah pelanggan di Surabaya,” paparnya.

Disinggung bahan yang diperoleh untuk adonan roti Jhones ini Agung mengaku, bahwa adonan roti Jhones yang dibuat merupakan hasil custom sendiri (membuat penyesuaian sesuai selera cita rasa lokal-red) yang disesuaikan dengan rasa lidah orang Indonesia.

Pihaknya juga mengungkapkan, sejak dua tahun yang lalu diperkenalkan dengan lidah orang Jawa ternyata atusiasme orang Surabaya sangat menyukainya.

“Ya senua pelanggan kami sangat menyukai rasa roti Jhones. Ada beberapa varian rasa ekstra toping yang diinginkan pelanggan,” urai dia.

Roti Jhones original kami patok dengan harga @ Rp 26 ribu (roti panjang) kalau roti pendek @ Rp 16 ribu, sedang ekstra toping hanya mengeluarkan tambahan kocek sekitar Rp 6 000 saja, satu hal penting yang kustomer ketahui. “Walau namanya kebarat-baratan dipastikan seribu persen roti Jhones Halalan toiban,” tutup Agung, menyudahi berbincangannya dengan media ini.

(reportase : Hasan N Rahmad)

Share this post

No comments

Add yours